Friday, 24 December 2010

Cerita Seorang Pendiam


Melalui mulutnya yang fasih terbungkam,
Untaian kata tertancap kokoh di jiwa.
Walaupun tidak terdengar,
Tapi sangat jelas sekali maknanya.
Dengan tatapan matanya yang dingin,
Dia hangatkan suasana yang bimbang.
Dengan pancaran keheningan,
Dia ceriakan setiap sudut hati.
Dan melalui keangkuhan sikapnya,
Dia mencoba menyapa setiap insan.
Tutur katanya lembut,
Tapi mampu menggores hati.
Dia ajarkan bagaimana berbicara yang benar,
Melalui isyarat yang hanya terbaca dengan merasakan,
Cukup dengan merasakan.
Melalui tampang harunya,
Dia coba hibur sekalian manusia,
Dengan leluconnya yang membuat setiap pasang mata menangis.[Image] Ia lalu bercerita,
Cerita yang singkat, namun tiada mengenal akhir.
Karena telinga kita tidak sanggup menangkapnya.
Hanya dengan hati saja, kita mampu memahami ceritanya.
Ia berkata tentang hidupnya,
Hidupnya yang sendiri, namun ditemani banyak kenangan.
Ia perlakukan nyawa titipan Tuhan ini dengan penuh hati hati,
Ia coba lewati kegelapan dengan lilin yang tidak pernah redup.
Ia susuri setiap penderitaan
Ia cari kebenaran diantara fitnah dan kebohongan.
Ia jaga amanah Nya, hingga bumi menelan seluruh raganya. Itulah ceritanya.
Ceritanya memang telah usai,
Namun kisahnya takkan pernah selesai.
Walaupun mulutnya tak bisa berkata, tapi hatinya akan terus bercerita.
Meskipun ia menderita, tapi jiwanya merasa amat bahagia.
Bersediakah kita meneruskan ceritanya├»¿½???
Salam manis buat seorang pendiam,
Ceritanya tak akan pernah bungkam.