Wednesday 21 March 2012

Seni Menata Diri Dalam Bergaul

Pergaulan yang asli adalah pergaulan dari hati ke
hati yang penuh keikhlasan, yang insya Allah
akan terasa sangat indah dan menyenangkan.
Pergaulan yang penuh rekayasa dan tipu daya
demi kepentingan yang bernilai rendah tidak akan
pernah langgeng dan cenderung menjadi masalah.
1. AKU BUKAN ANCAMAN BAGIMU
Kita tidak boleh menjadi seorang yang merugikan
orang lain, terlebih kalau kita simak Rasulullah
Saw. bersabda, "Muslim yang terbaik adalah
muslim yang muslim lainnya selamat/merasa
aman dari gangguan lisan dan tangannya." (HR.
Bukhari)
a. Hindari penghinaan
Apapun yang bersifat merendahkan, ejekan,
penghinaan dalam bentuk apapun terhadap
seseorang, baik tentang kepribadian, bentuk tubuh,
dan sebagainya, jangan pernah dilakukan, karena
tak ada masalah yang selesai dengan penghinaan,
mencela, merendahkan, yang ada adalah perasaan
sakit hati serta rasa dendam.
b. Hindari ikut campur urusan pribadi
Hindari pula ikut campur urusan pribadi
seseorang yang tidak ada manfaatnya jika kita
terlibat. Seperti yang kita maklumi setiap orang
punya urusan pribadi yang sangat sensitif, yang
bila terusik niscaya akan menimbulkan
keberangan.
c. Hindari memotong pembicaraan
Sungguh dongkol bila kita sedang berbicara
kemudian tiba-tiba dipotong dan disangkal,
berbeda halnya bila uraian tuntas dan kemudian
dikoreksi dengan cara yag arif, niscaya kita pun
berkecenderungan menghargainya bahkan
mungkin menerimanya. Maka latihlah diri kita
untuk bersabar dalam mendengar dan mengoreksi
dengan cara yang terbak pada waktu yang tepat.
d. Hindari membandingkan
Jangan pernah dengan sengaja
membandingkan jasa, kebaikan, penamplan,
harta, kedudukan seseorang sehingga yang
mendengarnya merasa dirinya tidak berharga,
rendah atau merasa terhina.
e. Jangan membela musuhnya, mencaci kawannya
Membela musuh maka dianggap bergabung
dengan musuhnya, begitu pula mencaci kawannya
berarti memusuhi dirinya. Bersikaplah yang
netral, sepanjang diri kita menginginkan kebaikan
bagi semua pihak, dan sadar bahwa untuk berubah
harus siap menjalani proses dan tahapan.
f. Hindari merusak kebahagiannya
Bila seseorang sedang berbahagia, janganlah
melakukan tindakan yang akan merusak
kebahagiaanya. Misalkan ada seseorang yang
merasa beruntung mendapatkan hadiah dari luar
negeri, padahal kita tauh persis bahwa barang
tersebut buatan dalam negeri, maka kita tak perlu
menyampaikannya, biarlah dia berbahagia
mendapatkan oleh-oleh tersebut.
g. Jangan mengungkit masa lalu
Apalagi jika yang diungkit adalah kesalahan,
aib atau kekurangan yang sedang berusaha
ditutupi. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki
kesalahan yang sangat ingin disembunyikannya,
termasuk diri kita, maka jangan pernah usil
untuk mengungkit dan membeberkannya , hal
seperti ini sama denga mengajak bermusuhan.
h. Jangan mengambil haknya
Jangan pernah terpikir untuk menikmati hak
orang lain, setiap gangguan terhadap hak seseorang
akan menimbulkan asa tidak suka dan
perlawanan yang tentu akan merusak hubungan..
Sepatutnya kita harus belajar menikmati hak kita,
agar bermanfaat dan menjadi bahan kebahagiaan
orang lain.
i. Hati-hati dengan kemarahan
Bila anda marah, maka waspadalah karenan
kemarahan yang tak terkendali biasanya
menghasilkankata dan perilaku yang keji, yang
sangat melukai, dan tentu perbuatan ini akan
menghancurkan hubungan baik di lingkungan
manapun. Kita harus mulai berlatih
mengendalikan kemarahan sekuat tenaga dan tak
usah sungkan untuk meminta maaf andai kata
ucaan dirasakan berlebihan.
j. Jangan menertawakannya
Sebagian besar dari sikap menertawakan
seseorang adalah karena kekurangannnya, baik
sikap, penampilan, bentuk rupa, ucapan dan lain
sebagainya, dan ingatlah bahwa tertawa yang tidak
pada tempatnya serta berlebihan akan
mengundang rasa sakit hati.
k. Hati-hati dengan penampilan, bau badan dan
bau mulut
Tidak ada salahnya kita selalu mengontrol
penampilan, bau badan atau mulut kita, karena
penampilan atau bau badan yang tidak segar akan
membuat orang lain merasa terusik
kenyamanannya, dan cenderung ingin
menghindari kita.
2. AKU MENYENANGKAN BAGIMU
a. Wajah yang selalu cerah ceria
Rasulullah senantiasa berwajah ceria, beliau
pernah besabda, "Janganlah terlalu membebani
jiwamu dengan segala kesungguhan hati. Hiburlah
dirimu dengan hal-hal yang ringan dan lucu,
sebab bila hati terus dipaksakan memikul beban-
beban yang berat, ia akan menjadi buta". (Sunan
Abu Dawud).
b. Senyum tulus
Rasulullah senantiasa tersenyum manis sekali
dan ini sangat menyenangkan bagi siapapun yang
menatapnya. Senyum adalah sedekah, senyuman
yang tulus memiliki daya sentuh yang dalam ke
dalam lubuk hati siapapun, senyum adalah
nikmat Allah yang besar bagi manusia yang
mencintai kebaikan. Senyum tidak dimiliki oleh
orang-orang yang keji, sombong, angkuh, dan
orang yang busuk hati.
c. Kata-kata yang santun dan lembut
Pilihlah kata-kata yang paling sopan dengan
dan sampaikan dengan cara yang lembut, karena
sikap seperti itulah yang dilakukan Rasulullah,
ketika berbincang dengan para sahabatnya,
sehingga terbangun suasana yang menyenangkan.
Hindari kata yang kasar, menyakitkan,
merendahkan, mempermalukan, serta hindari
pula nada suara yang keras dan berlebihan.
d. Senang menyapa dan mengucapkan salam
Upayakanlah kita selalu menjadi orang yang
paling dahulu dalam menyapa dan mengucapkan
salam. Jabatlah tagan kawan kita penuh dengan
kehangatan dan lepaslah tangan sesudah diepaskan
oleh orang lain, karena demikianlah yang
dicontohkan Rasulullah. Jangan lupa untuk
menjawab salam dengan sempurna dan penuh
perhatian.
e. Bersikap sangat sopan dan penuh penghormatan
Rasulullah jikalau berbincang dengan para
sahabatnya selalu berusaha menghormati dengan
cara duduk yang penuh perhatian, ikut tersenyum
jika sahabatnya melucu, dan ikut merasa takjub
ketika sahabatnya mengisahkan hal yang
mempesona, sehingga setiap orang merasa dirinya
sangat diutamakan oleh Rasulullah.
f. Senangkan perasaannya
Pujilah dengan tulus dan tepat terhadap
sesuatu yang layak dipuji sambil kita kaitkan
dengan kebesaran Allah sehingga yang dipuji pun
teringat akan asal muasal nikmat yang diraihnya,
nyatakan terima kasih dan do’akan. Hal ini akan
membuatnya merasa bahagia. Dan ingat jangan
pernah kikir untuk berterima kasih.
g. Penampilan yang menyenangkan
Gunakanlah pakaian yang rapi, serasi dan
harum. Menggunakan pakaian yang baik
bukanlah tanda kesombongan, Allah Maha Indah
dan menyukai keindahan, tentu saja dalam batas
yang sesuai syariat yang disukai Allah.
h. Maafkan kesalahannya
Jadilah pemaaf yang lapang dan tulus
terhadap kekurangan dan kesalahan orang lain
kepada kita, karena hal ini akan membuat
bahagia dan senang siapapun yang pernah
melakukan kekhilafan terhadap kita, dan tentu hal
ini pun akan mengangkat citra kita dihatinya.
3. AKU BERMANFAAT BAGIMU
Keberuntungan kita bukanlah diukur dari apa
yang kita dapatkan tapi dari nilai mamfaat yang
ada
dari kehadiran kita, bukankah sebaik-baik
diantara manusia adalah orang yang paling
banyak
mamfaatnya bagi hamba-hamba Allah lainnya.
a. Rajin bersilaturahmi
Silaturahmi secara berkala, penuh perhatian,
kasih sayang dan ketulusan walaupun hanya
beberapa saat, benar-benar akan memiliki kesan
yang mendalam, apalagi jikalau membawa
hadiah, insya Allah akan menumbuhkan kasih
sayang.
b. Saling berkirim hadiah
Seperti yang telah diungkap sebelumnya bahwa
saling memberi dan berkirim hadiah akan
menumbuhkan kasih sayang. Jangan pernah takut
miskin dengan memberikan sesuatu, karena Allah
yang Maha Kaya telah menjanjikan ganjaran dan
jaminan tak akan miskin bagi ahli sedekah yang
tulus.
c. Tolong dengan apapun
Bersegeralah menolong dengan segala
kemampuan, harta, tenaga, wakt atau setidaknya
perhatian yang tulus, walau perhatian untuk
mendengar keluh kesahnya. Apabila tidak
mampu, maka do’akanlah, dan percayalah bahwa
kebaikan sekecil apapun akan diperhatikan dan
dibalas dengan sempurna oleh Allah.
d. Sumbangan ilmu dan pengalaman
Jangan pernah sungkan untuk mengajarkan
ilmu dan pengalaman yang dimiliki, kita harus
berupaya agar ilmu dan pengalaman yang ada
pada diri kita bisa menjadi jalan bagi kesuksesan
orang lain.
Insya Allah jikalau hidup kita penuh manfaat
dengan tulus ikhlas maka, kebahagiaan dalam
bergaul dengan siapapun akan tersa nikmat,
karena tidak mengharapkan sesuatu dari orang
melainkan kenikmatan kita adalah melakukan
sesuatu untuk orang lain. Semata karena Allah
SWT.

No comments:

Post a Comment

tambahkan komentar anda